02/07/11

Allah Semata yang Mengetahui Perkara Ghaib

بسم الله الرحمن الرحيم


إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ
وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَداً وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ
إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ﴿٣٤﴾
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah ilmu tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.Q.S. Luqman: 34

Ayat yang mulia ini memiliki faedah-faedah yang agung, diantaranya:
1. Ilmu Allah memiliki beberapa tingkatan:
Pertama: ilmu Allah tentang sesuatu sebelum terjadinya. Ini adalah rahasia Allah dalam penciptaan-Nya, disembunyikan dari hamba-hamba-Nya, bahkan malaikat dan para rasul tidak mengetahui. Ini sebagaimana tertera dalam ayat di atas.
Kedua: ilmu-Nya tentang sesuatu ketika di lauh mahfuzh, setelah penulisan dan sebelum terlaksananya, dan masyiah(kehendak)-Nya. Allah telah menulis segala takdir makhluk limapuluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi.
أَلمْ تَعْلمْ أَنَّ اللهَ يَعْلمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالأَرْضِ إِنَّ ذَلكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلك عَلى اللهِ يَسِيرٌ [الحج:70]
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah. Qs. Al-Hajj: 70.
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأَرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْل أَن نَبْرَأَهَا ? [الحديد:22] .
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Q.S. Al-Hadiid: 22.

Ketiga: Ilmu-Nya tentang sesuatu ketika terjadi dan terlaksana, di saat penciptaan dan pembuatannya. Sebagaimana firman-Nya:
اللهُ يَعْلمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَى وَمَا تَغِيضُ الأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَار ٍعَالمُ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الكَبِيرُ المُتَعَال ? [الرعد:8] ،
Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. Q.S. Ar-Ra’d: 8.
وقال تعالى : ? يَعْلمُ مَا يَلجُ فِي الأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ الرَّحِيمُ الغَفُورُ ? [سبأ:2] .
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun. Q.S. Saba’: 2.


Keempat: Ilmu-Nya tentang sesuatu setelah terjadi dan terciptanya, dan ilmunya yang meliputi amalan setelah usaha dan pelaksanaannya. Allah ‘Azza wa jalla mengetahui apa yang dahulu, sekarang dan yang akan datang, serta apa-apa yang dahulu bagaimana terjadi sesuai hikmah-Nya yang sangat besar. Allah Ta’ala berfirman:
وَهُوَ الذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِالليْل وَيَعْلمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ ليُقْضَي أَجَلٌ مُسَمّىً ثُمَّ إِليْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ? [الأنعام:60] ،
Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. Q.S. Al-An’aam: 60.
قَدْ عَلمْنَا مَا تَنْقُصُ الأَرْضُ مِنْهُمْ وَعِنْدَنَا كِتَابٌ حَفِيظٌ ? [قّ:4] ،
Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kamipun ada kitab yang memelihara (mencatat). Q.S.Qaaf: 4.
أَلمْ يَعْلمُوا أَنَّ اللهَ يَعْلمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَن اللهَ عَلامُ الغُيُوبِ ? [التوبة:78] ،
Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib? Q.S. At-Taubah: 78.
2. Lima rahasia yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah:
· kapan hari kiamat?
· Kapan turunnya hujan?
· Apa yang ada di dalam rahim?
· Kapan ajal seseorang?
· Dimana seseorang menemui ajalnya?
3. Lima rahasia ini tidak ada yang mengetahuinya selain Allah kecuali makhluk yang Ia kehendaki. Allah Ta'ala berfirman:
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا(26)إِلَّا مَنْ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدَا(27) لِيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا رِسَالاتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا [الجن:26-28]
026. (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.
027. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.
028. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu. Q.S. Al-Jin: 26 – 28.
Ilmu tentang hari kiamat, tidak ada yang mengetahuinya kecuali setelah Allah memberitahukannya kepada malaikat yang ditugaskan untuk menegakkan hari kiamat.
Tidak ada yang mengetahui apa yang Allah kehendaki dengan apa yang ada di rahim kecuali setelah Allah perintahkan malaikat untuk menentukan jenis kelaminnya atau bahagia atau celakanya.
Tidak seorang pun mengetahui apa yang ia lakukan esok hari di dunia dan akhiratnya.
Dan tidak ada yang memahami kapan dan dimana ajalnya.
4. Tidak seorangpun mengetahui hal-hal ghaib bahkan malaikat dan para nabi tidak mengetahui. Nabi Muhammad –shalallahu ‘alaihi wasallam- makluk Allah yang paling mulia juga tidak mengetahui. Allah Ta’ala berfirman memerintahkan kepada Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam:
قُل لاَّ أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَآئِنُ اللّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلاَ تَتَفَكَّرُونَ ﴿٥٠﴾
Katakanlah (Wahai Muhammad): "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan (nya)? Q.S. Al-An’aam : 50.

Dan Allah Ta’ala berfirman:


قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ﴿١٨٨﴾

Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Q.S. Al-A’raaf: 188.

Dan dalam hadits Jibril, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya tentang kapan hari kiamat Beliau bersabda :


«ما المسئول عنها بأعلم من السائل »
Tidaklah yang ditanya lebih tahu dari yang ditanya
Dan dari ‘Aisyah –semoga Allah meridhainya- ia berkata:
من زعم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم يخبر بما يكون في غد فقد أعظم على الله الفرية، والله يقول: {قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ} أخرجه مسلم

Siapa yang mengira bahwa Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- mengabarkan tentang apa yang akan terjadi esok hari (mengilmui perkara ghaib), sungguh ia benar-benar telah berdusta atas Allah, sedangkan Allah Ta’ala berfirman:
قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ﴿٦٥﴾

Katakanlah (wahai Muhammad): "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah". Q.S. An-Naml: 65.

HR Muslim.


5. Siapa mengaku mengetahui ilmu ghaib maka ia telah kafir sebab Allah dan rasul-Nya –shalallahu ‘alaihi wasallam- telah mengabarkan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. Sehingga, yang mengaku memiliki ilmu ghaib telah kufur terhadap Al-Qur’an dan apa yang dikabarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman:
وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلاَ حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأَرْضِ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ ﴿٥٩﴾
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz). Q.S. Al-An’aam : 59.
6. Iman kepada yang ghaib termasuk rukun iman dan sifat orang yang bertakwa:
الم ﴿١﴾ ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُوْلَـئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾
001. Alif Laam Miim. 002. Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, 003. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, 004. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. 005. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. Q.S. Al-Baqarah: 1 – 5.
7. Jika hanya Allah yang mengilmui hal-hal ghaib ini, maka Dia-lah semata yang berhak diibadahi.
8. Setelah Allah sebutkan ilmu yang khusus bagi-Nya, Dia sebutkan keluasan ilmu-Nya yang meliputi hal-hal yang tampak dan tersembunyi, yang rahasia dan terbuka dengan firman-Nya:
{ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ }
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.


9. Termasuk hikmah Allah yang sempurna untuk menyembunyikan hal-hal ghaib dari hamba-hamba-Nya karena terdapat maslahat yang sangat besar di dalamnya, bagi yang mau merenunginya. Walhamdulillah.

Rujukan:
Tafsir Ibnu Katsir, Asma’ullah AlHusna, Asyrothus Sa’ah Al-Ghufaily, A’lamus Sunnah Al-Mansyurah Al-Hakamy, Ithaafus Sail Shalih Alu Syaikh, Adhwaul Bayan Asy-Syinqithy, Al-jami li Ahkami Qur’an Al-Qurthuby, Taisirul Karimir Rahman As-Sa’dy.


0 comments:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes