14/10/11

Keutamaan Doa di Sepertiga Malam Akhir


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ(( يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ)) متفق عليه

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
((Rabb kita Tabaraka wa Ta'ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam akhir lalu Ia berkata: "Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, barangsiapa yang memohon ampun pada-Ku maka akan Aku ampuni)) Muttafaqun 'alaih.

 Hadits ini mengandung banyak faedah penting, di antaranya:

1.       Wajibnya beriman bahwa Allah turun ke langit dunia di setiap sepertiga malam akhir.
2.       Bahwa Allah memiliki sifat nuzul (turun) yang maknanya difahami, caranya tidak diketahui, beriman padanya wajib dan bertanya tentang caranya adalah kebid'ahan.
3.       Tidak boleh kita menyamakan sifat turun-Nya Allah seperti sifat turunnya makhluk.
4.       Hadits ini menunjukkan bahwa Allah itu tinggi zat, kedudukan, dan kekuasaan-Nya.
5.       Hadits ini menunjukkan bahwa Allah itu beristiwa' di atas 'Arsy-Nya di atas langit ke tujuh tidak sebagaimana perkataan orang yang menyimpang akidahnya bahwa Allah ada di mana-mana. Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan.
6.       Adanya anjuran untuk berdoa di sepertiga malam akhir yang ia termasuk waktu yang terbaik untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah. Dan bahwa ibadah seperti shalat malam dan berdoa itu lebih utama dilakukan di akhir malam daripada di awalnya.
7.       Doa adalah salah satu sebab terpenuhinya kebutuhan seseorang.
8.       Doa adalah termasuk amalan ibadah yang harus ditujukan kepada Allah semata. Siapa yang berdoa kepada selain Allah dalam hal yang khusus bagi Allah seperti rezeki, maka ia telah jatuh dalam kesyirikan.
9.        Sepertiga malam akhir hitungannya sesuai dengan panjang pendeknya malam.

( Rujukan : Taisirul 'Azizil Hamid Syaikh Sulaiman, Syarh Al-Fatawa Al-Hamuwiyah At-Tuwaijiry, Syarh Lum'atul I'tiqod, Syarh Ushulil Iman Syaikh Shalih Alu Syaikh, Al-Muntaqa min Fatawa Al-Fauzan, Majmu' Fatawa wa Maqalat Ibnu Baz, Syarh Muslim An-Nawawi)

0 comments:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes