05/03/12

Allah telah Menetapkan Rezeki dan Menguji Hamba dengannya

Sesungguhnya Allah telah menetapkan rezeki bagi setiap orang, lalu mengapa ada manusia yang mati kelaparan?
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Barrak  - semoga Allah merahmatinya – berkata:
“Segala pujian yang sempurna bagi Allah. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi Rezeki dan sebaik-baik pembagi rezeki. Dan tidak satu makhluk pun kecuali Allah-lah yang menganugerahkan rezeki padanya.
Dan sesungguhnya rezeki dari Allah itu tidak bisa didapat oleh orang yang bersemangat (memperolehnya) dan tidak bisa ditolak oleh yang tidak menginginkannya.
Dan termasuk dari hikmah Allah Ta’ala yaitu membedakan rezeki-rezeki diantara hamba-hamba-Nya, sebagaimana Dia telah membedakan dalam bentuk penciptaan dan akhlak mereka .
Dia Yang Maha Tinggi membentangkan rezeki kepada yang Dia kehendaki. Dan Dia meluaskan rezeki kepada suatu kaum dan menyempitkannya kepada yang lain.
Dia Yang Maha Tinggi menanggung rezeki –rezeki para hamba-Nya berdasarkan ilmu dan ketetapannya yang telah terdahulu. Dan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi telah mengetahui dan menetapkan bahwa sebagian hamba-hamba-Nya diluaskan rezekinya dan yang lain disempitkan. Dan terdapat hikmah-hikmah Allah yang sangat besar dalam (ketentuan Allah) itu yang tidak tercerna akal-akal (manusia).
Diantara hikmah-Nya Yang Maha Tinggi dalam keluasan dan kesempitan (rezeki): sebagai ujian kepada hamba-hamba-Nya dengan nikmat dan musibah, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ ﴿٣٥﴾
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Q.S. Al-Anbiyaa’: 35.
Dan Allah Ta’ala berfirman:
فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ ﴿١٥﴾ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ ﴿١٦﴾
015. Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Rabbku telah memuliakanku".
016. Adapun bila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Rabbku menghinakanku". Q.S. Al-Fajr: 15 – 16.
Kemudian Allah berfirman:
كَلاَّ ﴿١٧﴾
Sekali-kali tidak demikian. Q.S. Al-Fajr: 17.
Yaitu: perkaranya tidak sebagaimana prasangka orang ini. Bahkan pemberian nikmat dan penyempitan rezeki itu kepada yang Dia kehendaki, tidak lain adalah ujian, bukan pemulian atau penghinaan.
Dan dengan ujian ini, akan jelas siapa yang bersyukur (atas nikmat) dan siapa yang bersabar (dari kesempitan) dan siapa yang tidak. Dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.

0 comments:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes