26/04/12

Sumber Rujukan Akidah dan Metode Salaf dalam Penukilannya


Akidah itu tauqifiyyah yaitu tidak ditetapkan kecuali dengan dalil dari pembuat syariat. Tidak ada ruang untuk akal dan ijtihad di dalam permasalahan akidah.
Dari titik tolak ini diketahui bahwa sumber-sumber referensi akidah terbatas kepada isi kandungan Al-Qur’an dan Sunnah saja karena:
Ø  Tidak ada yang lebih mengetahui tentang Allah, apa yang wajib untuk-Nya, dan apa yang Dia disucikan darinya daripada Allah sendiri.
Ø  Dan setelah itu, tidak ada yang mengetahui tentang Allah daripada Rasulullah r.
Oleh karenanya, metode Salafus Shalih dan yang mengikuti mereka dalam menukilkan akidah terbatas pada Al-Qur’an dan Sunnah saja.
Mereka mengimani, meyakini, dan mengamalkan segala kandungan Al-Qur’an dan Sunnah tentang hak Allah Ta’ala. Seluruh yang tidak ditunjukkan Al-Qur’an dan Sunnah, mereka meniadakan dan menolak penetapannya bagi Allah Ta’ala.
Oleh sebab ini, tidak didapati perselisihan antara mereka dalam permasalahan akidah bahkan keyakinan mereka satu.
Jemaah mereka juga satu karena Allah membebankan kepada orang yang berpegang teguh kepada kitab-Nya dan mengikuti sunnah Rasul-Nya dengan persatuan kalimat, lurus dalam keyakinan, dan bersatu padu dalam metode.
Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ ﴿١٠٣﴾
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai. Q.S. Ali-Imraan: 103.


Dan Allah Ta’ala berfirman:
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى ﴿١٢٣﴾
Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Q.S. Thahaa: 123.
Lantaran ini mereka dijuluki sebagai golongan yang selamat(firqotun najiyah) karena Nabi r mempersaksikan keselamatan bagi mereka sewaktu Beliau mengabarkan perpecahan umat menjadi tujuh puluh tiga golongan, seluruhnya di neraka kecuali satu golongan. Ketika Rasulullah ditanya tentang satu golongan ini Beliau bersabda:
Yaitu orang-orang yang berpendirian semisal apa yang aku dan Shahabatku berada di atasnya. (H.R. Ahmad)
Kabar dari Rasulullah ini menjadi kenyataan ketika sebagian orang membangun akidahnya di atas selain Al-Qur’an dan Sunnah, yang bersumber dari ilmu kalam dan kaedah-kaedah mantik peninggalan filsafat Yunani.
Penyimpangan dan perpecahan akidah telah terjadi yang menghasilkan terbelahnya persatuan kalimat, terkelompok-kelompoknya jemaah, dan membengkokkan bangunan masyarakat Islam.

0 comments:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes